Perbedaan Bell’s Palsy dan Stroke yang Harus Kamu Ketahui, Simak Ini!

Perbedaan Bell’s palsy dan stroke penting untuk kita ketahui. Karena kedua penyakit ini sebenarnya berbeda, namun banyak yang salah paham.

Nah, Bell’s palsy sendiri merupakan kelumpuhan otot wajah yang membuat salah satu sisi wajah melorot.

Gangguan ini juga dikenal sebagai kelumpuhan saraf wajah akut dan sering menyebabkan gejala sementara. Mengapa? Karena kondisi seperti ini bisa berangsur membaik, tapi tidak selamanya.

Baca juga: Penyebab Stroke, Gejala, Jenis, Pencegahan dan Pengobatannya

Perbedaan Bell’s Palsy dan Stroke yang Harus Anda Ketahui Agar Tidak Salah Paham

Bell’s palsy adalah penyakit yang menyebabkan kelumpuhan saraf wajah dan bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, dalam kasus tertentu, juga memerlukan pengobatan khusus untuk penyakitnya.

Biasanya penyakit semacam ini sering ditemukan dan hanya menyerang satu bagian wajah, sehingga dikenal sebagai penyakit wajah miring.

Bell’s palsy bisa terjadi ketika saraf kranial VII mengalami pembengkakan sehingga wajah bisa menjadi lumpuh.

Bell’s palsy dan stroke sebenarnya keduanya akan menunjukkan gejala kepala terkulai.

Baca juga: Gejala Stroke Ringan yang Harus Diwaspadai dan Penanganannya

Perbedaan

Perbedaan Bell’s palsy dan stroke penting untuk kita ketahui, karena kedua jenis penyakit ini sebenarnya sangat berbeda. Bell’s palsy adalah peradangan pada saraf wajah.

Sedangkan stroke ini bisa terjadi karena adanya kelainan pada pembuluh darah di otak. Selanjutnya, perbedaan lain juga terletak pada kondisi wajah saat terjadi kelumpuhan.

Untuk kasus stroke, meski mulut dimiringkan, penderita tetap bisa memejamkan mata.

Sedangkan pada kasus Bell’s palsy, penderita tidak dapat memejamkan mata sepenuhnya saat terjadi kelumpuhan.

Baca juga: Penyebab Stroke di Usia Muda, Ketahui Cara Mencegahnya

Apa Gejalanya?

Penting bagi Anda untuk mengetahui perbedaan antara Bell’s palsy dan stroke.

Baca Juga :  Atasi Perut Gatal Saat Hamil, Inilah Cara Paling Efektif

Biasanya Bell’s palsy akan memiliki tanda dengan gejala seperti kelumpuhan pada salah satu bagian wajah yang muncul secara tiba-tiba.

Kelumpuhan seperti ini bisa berlangsung dari 2 minggu hingga 6 bulan dan tidak permanen. Penyakit seperti ini akan membuat penderitanya sulit tersenyum dan salah satu sisi wajah akan terlihat murung.

Jika salah satu sisi wajah mengalami kelumpuhan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

Hal ini bertujuan untuk mewaspadai jika terkena toko, karena kedua penyakit ini sama-sama akan membuat kelumpuhan pada satu sisi wajah.

Namun, gejala stroke biasanya akan melibatkan kelemahan atau kelumpuhan di bagian lain dan bukan hanya wajah.

Namun, meski Bell’s palsy hanya bersifat sementara, penyakit ini memerlukan penanganan khusus agar tidak muncul masalah yang lebih serius.

Setelah Anda mengetahui perbedaan antara Bell’s palsy dan stroke, selalu ada baiknya untuk menyadarinya. Jika Anda pernah mengalami gejala aneh seperti ini, segera periksakan ke dokter. (R10/HR-Online)